Semua tentang menjahit dan apa yang menarik disekitarku..

Senin, 12 November 2012

in memorian

Menjahit, profesi (baca: hobi) ini tidak pernah terlintas sebelumnya didalam benakku. Namun, entah kapan mulainya aku menyukai tentang dunia jahit menjahit. Yang aku ingat dulu, ketika aku Mts (setara SMP) kami dipinjami sebuah mesin jahit oleh kerabat, berhubung tidak terpakai. Kakakku yang memang pernah belajar menjahit yang sehari-hari menggunakannya. Karena saat itu terlihat menarik, akupun ingin belajar menggunakannya. Ya, karena baru pertama kali menggunakannya, aku selalu salah "menginjak" mesinnya, sehinga benangnya selalu putus. Alhasil, aku selalu dimarahi kakaku. Tapi aku tidak menyerah begitu saja, hingga akhirnya aku bisa "menginjaknya".
Kebetulan disekolah aku ada kegiatan extrakurikuler menjahit, jadi aku ikut bergabung. Suatu hari kami diberi tugas membuat baju anak-anak, setelah mendapatkan kain dan bahan-bahan lain yang diperlukan akupun mulai mengerjakan model yang aku mau, tentu saja dibantu sama kakakku. Karena kami (aku dan kakakku) tidak punya basic menjahit yang mumpuni jadilah baju yang dibuat itu namun tidak bisa dikenakan disebabkan tidak bisa masuk karena tidak menggunakan resleting,,heheeh kalau ingat kejadian itu aku selalu tersenyum. Padahal banyak yang memuji hasil bajuku cantik, tapi...
Lulus SMP aku melanjutkan SMA lebih tepatnya MAN2 Banjarmasin. Dan disana juga ada ekskul menjahit, tentu saja aku memilih menjahit, mulai saat itu aku mulai belajar menjahit dari dasar, bagaimana mengukur orang, membuat pola dan sebagainya. Pertama kali diberi tugas membuat baju, alangkah senang hatiku, waktu membeli kain, memilih kain yang aku sukai, membuat pola, memotong, menjahit hingga menjadi sebuah baju. Perasaat saat itu tidak bisa di ungkapakan lagi, bagaimana tidak baju ini adalah hasil buatanku sendiri, walaupun pada saat dicoba ada-ada saja yang kurang nyaman lah (maklum jahitan pertama,,hehe).
Tidak lama setelah lulus SMa aku menikah, karena dari awal aku tidak ingin bekerja, akhirnya aku memutuskan untuk kursus menjahit. Ya,,tentu saja untuk menggali lebih dalam lagi tentang dunia jahit menjahit karena kurasa ilmu yang kudapat sewaktu sekolah sangat dangkal.
Niat awal aku ingin kursus hanyalah ingin mengisi waktu luang, namun bonusnya adalah ada saja tetangga yang minta potongkan celana hingga minta dibuatkan baju. Yang mulanya pelangganku hanya dari tetangga saja hingga mulai keluar dari daerah tempat tinggalku. Alhamdulillah, walaupun masih skala kecil namun aku selalu berharap suatu saat nanti aku bisa menciptakan  lapangan pekerjaan dari usaha ini. Amin.
Selain itu kenapa aku ingin kursus lagi, dulu aku pernah minta buatkan celana pada tukang jahit mungkin karena si tukang jahit belum mahir namun tetap menerima jahitanku alhasil celananya tidak enak dipakai dan ada juga waktu aku minta permak tangan baju dikarenakan aku tidak punya contoh tangan yang  kumau, sekali lagi hasilnya tidak sesuai dengan harapanku. Dengan bisa menjahit sendiri, aku bisa berkreasi model apa saja tanpa mesti tahu apa istilahnya atau menyediakan model bajunya. Namun, aku tetap belajar mengenai isitilah-istilah dalam jahit menjahit agar aku bisa lebih memahami kehendak pelanggan dan jangan sampai mengecewakan pelanggan.


Sabtu, 10 November 2012

Bajalanan

Berhubung hari ini tanggal 10 November, pertama-tama aku mau mengucapkan selamat ulang tahun mama, semoga senantiasa diberi kesehatan, umur yang berberkah dan semoga selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Yang kedua aku mau mengucapkan selamat hari Pahlawan, terimakasih kepada para pahlawan yang telah berjuang bagi negara kita yang tercinta ini, negara Indonesia.
Come back....
Beberapa hari yang lalu, aku sama m"Hen pergi jalan-jalan ceritanya sih mau mencari baju kaos. Tapi bukan sembarang baju kaos biasa, aku pengen cari baju kaos khas Kalimantan Timur. Pergilah kami kesalah satu toko souvenir yang lumayan besar, nama tokonya adalah " Beruang Madu ". Nama beruang madu di ambil mungkin berdasarkan hewan khasnya Kalimantan Timur.
Kembali ketoko tadi, setelah dicari-cari ada yang cocok namun sayangnya tidak ada pilihan warna, jadi deh kesana cuma lihat-lihat doang. Eh gak cuma lihat-lihat aza kok, aku juga sempat foto-foto disana,,check this out..

Kerajinan kayu ukir dari kayu ulin atau biasa disebut kayu besi

 Lokasi toko ini berada di jl. Ruhui Rahayu ( dari DOMe sebelah kiri jalan )
 Kalau yang dibawah ini adalah foto-foto waktu aku sama M'Hen pergi kepengajian bulanan tepatnya di km.19 pondok pesantren Syekh Muhammad Arsyad dengan pengisi acaranya adalah H. Muhammad Syahranie. Selain dari Balikpapan, jamaah yang datang juga ada yang berasal dari Samarinda.

Foto yang ku ambil hanya dibagian yang wanitanya, sedangkan untuk yang pria ada didalam mesjid




 Kalau foto yang ini ku ambil perjalanan pulang dari pengajian,,hehehe iseng aja

Kamis, 08 November 2012

Sejarah Kerajaan Banjar


Kerajaan Banjar adalah kerajaan Islam di pulau kalimantan yang wilayah kekuasaannya meliputi sebagian besar daerah kalimantan pada saat sekarang ini. Pusat Kerajaan Banjar yang pertama adalah daerah di sekitar Kuin Utara (sekarang di daerah Banjarmasin) , kemudian dipindah ke Martapura setelah keraton di Kuin dihancurkan oleh Belanda. Kerajaan ini berdiri pada september 1526 dengan Sultan Suriansyah (Raden Samudera) sebagai Sultan pertama Kerajaan Banjar. Kerajaan Banjar runtuh pada saat berakhirnya Perang Banjar pada tahun 1905. Perang Banjar merupakan peperangan yang diadakan kerajaan Banjar untuk melawan kolonialisasi Belanda. Raja terakhir adalah Sultan Mohammad Seman (1862 - 1905), yang meninggal pada saat melakukan pertempuran dengan belanda di Puruk Cahu.

CIKAL BAKAL KERAJAAN BANJAR
Kemunculan Kerajaan Banjar tidak lepas dari melemahnya pengaruh Negara Daha (tepatnya didaerah Kandangan) sebagai kerajaan yang berkuasa saat itu. Tepatnya pada saat Raden Sukarama memerintah Negara Daha, menjelang akhir kekuasaannya dia mewasiatkan tahta kekuasaan Negara Daha kepada cucunya yang bernama Raden Samudera. Akan tetapi, wasiat tersebut ditentang oleh ketiga anak Raden Sukarama yaitu Mangkubumi, Tumenggung dan Bagulung. Setelah Raden Sukarama wafat, Pangeran Tumenggung merebut kekuasaaan dari pewaris yang sah yaitu Raden samudera dan merebut tahta kekuasaan Negara Daha.


Raden Samudera sebagai pihak yang kalah melarikan diri dan bersembunyi di daerah hilir sungai Barito. Dia dilindungi oleh kelompok orang melayu yang menempati wilayah itu. Kampung orang melayu itu disebut kampung oloh masih yang artinya kampung orang melayu pimpinan Pati Masih. Lama kelamaan kampung ini berkembang menjadi kota Banjarmasih karena ramainya perdagangan di tempat ini dan banyaknya pedagang yang menetap. Dalam pelarian politiknya, raden Samudera melihat potensi Banjarmasih dengan sumber daya manusianya dapat dijadikan kekuatan potensial untuk melawan kekuatan pusat, yaitu Negara Daha. Kekuatan Banjarmasih untuk melakukan perlawaann terhadap Negara Daha akhirnya mendapat pengakuan formal setelah komunitas melayu mengangkat Raden Samudera sebagai kepala Negara.

Pengangkatan ini menjadi titik balik perjuangan Raden Samudera. Terbentuknya kekuatan politik baru di banjarmasih, sebagai kekuatan politik tandingan bagi Negara Daha ini menjadi media politik bagi Raden Samudera dalam usahanya memperoleh haknya sebagai Raja di Negara Daha, sedangkan bagi orang Melayu merupakan media mereka untuk tidak lagi membayar pajak kepada Negara Daha

Setelah menjadi Raja di Banjarmasih, Raden Samudera dianjurkan oleh Patih Masih untuk meminta bantuan Kerajaan Demak. Permintaan bantuan dari Raden Samudera diterima oleh Sultan Demak, dengan syarat Raden Samudera beserta pengikutnya harus memeluk agama Islam. Syarat tersebut disanggupi Raden Samudera dan Sultan Demak mengirimkan kontingennya yang dipimpin oleh Khatib Dayan. Setibanya di Banjarmasih, kontingen Demak bergabung dengan pasukan dari Banjarmasih untuk melakukan penyerangan ke Negara Daha di hulu sungai Barito. Setibanya di daerah yang bernama Sanghiang Gantung, pasukan Bandarmasih dan Kontingen Demak bertemu dengan Pasukan Negara daha dan pertempuran pun terjadi. Pertempuran ini berakhir dengan suatu mufakat yang isinya adalah duel antara Raden Samudera dengan Pangeran Tumenggung. Dalam duel itu, Raden Samudera tampil sebagai pemenang dan pertempuran pun berakhir dengan kemenangan Banjarmasih.

Setelah kemenangan dalam pertempuran, Raden Samudera memindahkan Rakyat Negara Daha ke Banjarmasih dan Raden Samudera dikukuhkan sebagai Kepala negaranya. Pembauran penduduk Banjarmasih yang terdiri dari rakyat Negara Daha, Melayu, Dayak dan orang jawa (kontingen dari Demak) menggambarkan bersatunya masyarakat di bawah pemerintahan Raden Samudera. Pengumpulan penduduk di banjarmasih menyebabkan daerah ini menjadi ramai, ditambah letaknya pada pertemuan sungai Barito dan sungai Martapura menyebabkan lalu lintas menjadi ramai dan terbentuknya hubungan perdagangan. Raden Samudera akhirnya menjadikan Islam sebagai agama negara dan rakyatnya memeluk agama Islam. Gelar yang dipergunakan oleh Raden Samudera sejak saat itu berubah menjadi Sultan Suriansyah. Kerajaan Banjar pertama kali dipimpin oleh Sultan Suriansyah ini.

Gambar : Mesjid yang didirikan Sultan Suriansyah di Kuin

WILAYAH KERAJAAN BANJAR
Kerajaan Banjar semakin berkembang dan lama kelamaan luas wilayahnya semakin bertambah. Kerajaan ini pada masa jayanya membentang dari banjarmasin sebagai ibukota pertama, dan martapura sebagai ibukota pengganti setelah banjarmasin direbut Belanda, daerah Tanah laut, Margasari, Amandit, Alai, Marabahan, Banua lima yang terdiri dari Nagara, Alabio, Sungai Banar, Amuntai dan Kalua serta daerah hulu sungai barito. Kerajaan semakin diperluas ke tanah bumbu, Pulau Laut, Pasir, Berau dan kutai di panati timur. Kotawaringin, Landak, Sukadana dan sambas di sebelah barat. Semua wilayah tersebut adalah Wilayah Kerajaan Banjar (yang apabila dilihat dari peta zaman sekarang, Kerajaan Banjar menguasai hampir seluruh wilayah kalimantan di 4 provinsi yang ada). Semua wilayah tersebut membayar pajak dan upeti. Semua daerah tersebut tidak pernah tunduk karena ditaklukkan,tetapi karena mereka mengakui berada di bawah Kerajaan Banjar, kecuali daerah pasir yang ditaklukkan pada tahun 1663.

Makam pangeran Suriansyah ,Kuin


RAJA-RAJA KERAJAAN BANJAR

Kerajaan Banjar yang berdiri pada 24 september 1526 sampai berakhirnya perang Banjar yang merupakan keruntuhan kerajaan Banjar memiliki 19 orang raja yang pernah berkuasa. Sultan pertama kerajaan Banjar adalah Sultan Suriansyah (1526 - 1545), beliau adalah raja pertama yang memeluk Agama Islam. Raja terakhir adalah Sultan Mohammad Seman (1862 - 1905), yang meninggal pada saat melakukan pertempuran dengan belanda di puruk cahu.

Sultan Suriansyah sebagai Raja pertama mejadikan Kuin Utara sebagai pusat pemerintahan dan pusat perdagangan Kerajaan Banjar. Sedangkan Sultan Mohammad Seman berkeraton di daerah manawing - puruk cahu sebagai pusat pemerintahan pelariansenyumkenyit

Berikut adalah rincian Raja-raja Kerajaan Banjar sejak berdirinya kerajaan hingga runtuhnya kerajaan itu :
1526 - 1545 :
Pangeran Samudra yang kemudian bergelar Sultan Suriansyah, Raja pertama yang memeluk Islam
1545 - 1570 :
Sultan Rahmatullah
1570 - 1595 :
Sultan Hidayatullah
1595 - 1620 :
Sultan Mustain Billah, Marhum Penambahan yang dikenal sebagai Pangeran Kecil. Sultan inilah yang memindahkan Keraton Ke Kayutangi, Martapura, karena keraton di Kuin yang hancur diserang Belanda pada Tahun 1612
1620 - 1637 :
Ratu Agung bin Marhum Penembahan yang bergelar Sultan Inayatullah
1637 - 1642 :
Ratu Anum bergelar Sultan Saidullah
1642 - 1660 :
Adipati Halid memegang jabatan sebagai Wali Sultan, karena anak Sultan Saidullah, Amirullah Bagus Kesuma belum dewasa
1660 - 1663 :
Amirullah Bagus Kesuma memegang kekuasaan hingga 1663, kemudian Pangeran Adipati Anum (Pangeran Suriansyah) merebut kekuasaan dan memindahkan kekuasaan ke Banjarmasin=
1663 - 1679 :
Pangeran Adipati Anum setelah merebut kekuasaan memindahkan pusat pemerintahan Ke Banjarmasin bergelar Sultan Agung
1679 - 1700 :
Sultan Tahlilullah berkuasa
1700 - 1734 :
Sultan Tahmidullah bergelar Sultan Kuning
1734 - 1759 :
Pangeran Tamjid bin Sultan Agung, yang bergelar Sultan Tamjidillah
1759 - 1761 :
Pangeran Muhammad Aliuddin Aminullah
1761 - 1801 :
Pangeran Nata Dilaga sebagai wali putera Sultan Muhammad Aliuddin yang belum dewasa tetapi memegang pemerintahan dan bergelar Sultan Tahmidullah
1801 - 1825 :
Sultan Suleman Al Mutamidullah bin Sultan Tahmidullah
1825 - 1857 :
Sultan Adam Al Wasik Billah bin Sultan Suleman
1857 - 1859 :
Pangeran Tamjidillah
1859 - 1862 :
Pangeran Antasari yang bergelar Panembahan Amir Oeddin Khalifatul Mu'mina
1862 - 1905 :
Sultan Muhammad Seman yang merupakan Raja terakhir dari Kerajaan Banjar

Setelah dikalahkannya Sultan Muhammad Seman oleh Belanda pada tahun 1905, praktis seluruh wilayah Kerajaan banjar jatuh ke tangan Belanda dan Kerajaan Banjar runtuh. Akan tetapi semangat yang dikobarkan pejuang perang Banjar melalui sumpah perjuangan "haram manyarah waja sampai kaputing" benar-benar memberikan semangat untuk mempertahankan Kerajaan Banjar. Walaupun akhirnya jatuh ke tangan belanda juga, kita mesti menghargai perjuangan para pejuang yang telah mengorbankan segalanya untuk mempertahankan Kerajaan Banjar. Kota Banjarmasin yang sekarang adalah bukti sejarah hasil perjuangan Sultan Suriansyah dan pengikutnya.


Sumber Referensi:
1. Sejarah Banjar (Badan penelitian dan Pengembangan Daerah Kalimantan Selatan)
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Banjar
3. Grup Friendster Banjarmasin
4. Kabupaten Banjar Website
5.kadahakunjua.blogspot.com

Senin, 05 November 2012

give away from golagotique n myurbey

Ada give away lagi,,,monggo diikuti.
Kali ini dalam rangka ulang tahun golagotique yang pertama tepatnya tanggal 4November. Jadi, golagotique dan myurbey mengadakan giveaway yang mana bakalan ada 4 orang yang bakalan beruntung.
Kalau mau ikut klik disini z atau disini


Jeng jeng ini dia hadiahnya...

Jumat, 02 November 2012

Smile

Selamat malam semuanya....
Bagaimana kabarnya??? Semoga kalian selalu diberikan kesehatan begitu juga dengan aku.. (amien)
Lama gak posting yaa,,,iya aku lagi sibuk dan lagi kena penyakit 'malas' untuk menulis.

Oh iya  pertama-tama  aku mau mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha mohon maaf lahir dan batin 10 Zulhijjah 1433H atau lebih tepatnya tanggal 26 Oktober 2012. Semoga jamaah yang sedang menunaikan ibadah haji bisa menjadi haji yang mabrur. Amin Ya Rabbal a'lamin..

Kemudian aku juga mau mengucapkan selamat hari sumpah pemuda (28 Oktober) walaupun sudah telat gak apa2 kan.??!! Semangat terus para pemuda dan pemudi Indonesia teruslah berkarya dan harumkan negerimu dikancah dunia.

Aku bingung mesti nulis apa lagi,,,????!!!! ("~")
Pengen bernarsis ria aja yaa...hehehhe..
 Foto bersama dengan para 'pemain' The Expendables

 Acara mancing bersama teman2 kantor m'Hen
Pose dulu ah walaupun gak dapat ikan
 Pemancingan Widuri, Kutai Kalimantan Timur
 Pohonnya unik ya..

 It's me
 Toko oleh2 khas Kalimantan Timur 
( gak ada objek jadilah etalase makanan yang difoto xixixi)

Sabtu, 20 Oktober 2012

Special Tempat Tissu

Yeeaaayyyy...selamat pagi semuanya,,,,


Ini adalah proyek pertamaku membuat tempat tissu dari bahan flanel,,prosesnya lumayan lama karena mesti googling dulu kesana kemari mencari orang-orang yang gak pelit sama ilmunya,,hhehe,,Alhmdulillah ketemu diantara (yang masih ku ingat) sunflower sama nupi-nupi terimakasih untuk kalian berdua.

Taraaaa.....ini dia..
Yang ini untuk sendiri

Sedangkan yang iniorderan dari mba Hany..



● October Giveaway : Heppie Yippie ●

Wahhhh...ada banyak GA, mau ikutan lagi,, semoga saja aku menjadi salah satu orang yang beruntung.
GA kali ini dari Achter dan HeppieYippie . Ada pouch cantik dari mereka,,
Mau ikutan juga, caranya bisa lihat disini

okt giveaway sponsored by achter

Yeeee,,,yeeeee,,,,
Oktober bulannya GA, mau ikutan aaghh...
Ga kali ini dari hayano handmade sama achter online shop...Semoga saja aku beruntung..

Mau ikutan juga,klik disini z.

Jumat, 19 Oktober 2012

Mari Percantik Dapurmu

Jika kita membeli sesuatu kemanapun, dimanapun tentunya belanjaan kita dibungkus dengan sesuatu yang bernama " kantong plastik " atau kresek atau kompe dalam bahasa Bugis ( kalau tidak salah yaa). Iya kita tentunya sudah tidak asing lagi kan??. Hmm...disadari atau tidak kita tidak bisa lepas dari yang satu ini. padahal sudah jelas bahwa sampah dari plastik ini memerlukan waktu yang sangat lama untuk terurai. Baru-baru ini saja terdengar gaung untuk hidup go green. Namun hanya beberapa dari supermarket besar yang menggunakan kantong plastik dengan tenggak waktu penguraian yang lebih pendek, yakni dalam kurun waktu 2tahun.
Disini aku tidak akan membahas soal go green atau sampah plastik namun aku ingin berbagi bagaimana cara menyimpan kantong-kantong kresek agar terlihat lebih rapi dan cantik.

Pada umumnya kita pasti menyimpan kantong plastik tersebut seperti ini kan??? Benarkan?? Iya, karena akupun juga begitu.
 Tapi setelah aku googling aku menemukan tutorial merapikan kresek (tapi aku lupa alamat webnya,maaf ya) jadi aku akan share pada kalian. Check this out..





 Nah,,kira-kira bisa "dibaca" kan gambarnya..
Aku menghabiskan waktu kira-kira seminggu untuk melipatnya hehehe,,lama yaa karena aku melipatnya sedikit demi sedikit. Setelah selesai semua, aku mengelompokkannya berdasarkan ukuran agar lebih mudah saat akan digunakan. Tapi jika aku tetap meyimpannya didalam kresek ya sama saja, jadi aku membuat kantong dari kain perca..
Taraaaa,,beginilah jadinya..




Semoga terinspirasi yaa...

Rabu, 17 Oktober 2012

Kain Sasirangan


 Sejarah Kain Sasirangan ( Batik dari Kalimantan Selatan )
Menurut Sahibul Hikayat atau cerita rakyat, di sekitar abad XII sampai XIV pada kerajaan Dipa kain sasirangan pertama kali di buat yaitu ketika Patih Lambung Mangkurat bertapa 40 hari 40 malam di atas lanting  balarut banyu (di atas rakit mengikuti arus sungai). Menjelang akhir tapa nya, rakit Patih tiba di daerah Rantau kota Bagantung. Dilihatnya seonggok buih dan dari dalam buih terdengar suara seorang wanita, wanita itu adalah Putri Junjung Buih yang kelak menjadi Raja di Banua ini.
Tetapi ia baru muncul ke permukaan kalau syarat-syarat yang dimintanya dipenuhi, yaitu sebuah istana Batung yang diselesaikan dalam sehari dan kain dapat selesai sehari yang ditenun dan dicalap atau diwarnai oleh 40 orang putri dengan motif wadi/padiwaringin. Itulah kain calapan/sasirangan yang pertama kali dibuat dan sering disebut oleh masyarakat sebagai batik sandang yang disebut Kain Calapan yang kemudian dikenal dengan nama Kain Sasirangan.
Sejak saat itulah warga kerajaan Negara Dipa tidak berani lagi menggunakan kain Langgundi/Sasirangan karena takut kualat terhadap Putri Junjung Buih. Hal ini mengakibatkan banyak pengrajin kain Langgundi yang tidak lagi membuatnya. Meskipun demikian tidak semuanya berhenti membuat kain Langgundi ini. Masih ada beberapa yang tetap membuatnya, namun tidak untuk dijadikan sebagai pakaian sehari-hari melainkan untuk pengobatan bagi penyakit yang bersifat magis.

Menurut keyakinan masayarakat Banjar yang [kadang-kadang] masih dipengaruhi oleh kepercayaan animisme dan dinamisme, maka banyak penyakit yang disebabkan oleh gangguan makhluk halus dan kain Langgundi/Sasirangan merupakan suatu media untuk penyembuhannya. Biasanya penyakit yang dapat disembuhkan oleh kain Langgundi ini adalah penyakit pingitan, yaitu penyakit yang berasal dari ulah para leluhur yang tinggal di alam roh. Dalam kurun waktu tertentu akan ada anak, cucu, buyut, intah, ataupun yang lain akan terkena penyakit pingitan ini dan untuk penyembuhannya mereka harus mengenakan kain Langgundi. Sebagai media penyembuhan, kain Langgundi bisa digunakan sebagai sarung, kemben, selendang, atau juga ikat kepala (laung). Corak dan warna kain Langgundi sangatlah beragam, karena setiap jenis penyakit pingitan memerlukan corak dan warna kain Langgundi tertentu juga. Sejak digunakan menjadi media pengobatan, maka kain Langgundi lebih dikenal dengan sebutan kain Sasirangan.

Kain Sasirangan Dengan Pewarana Alami Yang Digunakan Untuk Pengobatan


Selain kain Langgundi, kain Sasirangan juga disebut dengan kain Pamintan (permintaan) karena dibuat berdasaarkan permintaan. Sebelum adanya pewarana sintetik, kain Sasirangan dulunya menggunakan pewarna alami dari alam, misalnya dari pohon Karamunting, Mengkudu, Akar Kebuau, Gambir, Pinang, dan lain sebagainya. Selain pewarna-pewarana alami tersebut, kain Sasirangan biasanya juga menggunakan beberapa bahan dari alam untuk memperkuat ketahanan warnanya, misalnya seperti jeruk nipis, tawas, kapur, dan lain sebagainya.

Seiring dengan perkembangan zaman, kain Sasirangan mulai kehilangan kesakralannya. Setiap orang bisa saja menggunakan kain Sasirangan dalam berbagai bentuk (baju, selendang, kerudung, dll) tanpa harus dibayangi rasa cemas akan kualat terhadap leluhur. Bahkan sekarang ini kain Sasirangan sudah banyak dijadikan sebagai pakaian seragam bagi instansi-instansi atau sekolah-sekolah di Kalimantan Selatan pada hari-hari tertentu. Akan tetapi ini sebenarnya juga merupakan suatu hal yang baik, karena dengan demikian maka kain Sasirangan akan menjadi lebih dikenal dan dengan sendirinya akan mengangakat nama Kalimantan Selatan dimata dunia. Namun ada satu hal yang cukup menyedihkan bagi masayarakat Kalsel khususnya, yaitu beberapa motif kain Sasirangan telah dipatenkan oleh negara Jepang (mudah-mudan aset-aset yang lainnya tidak lagi…). Meskipun demikian, jika orang menyebut kain Sasirangan, maka sudah pastilah diidentikkan dengan Kalimantan Selatan, bukan yang lain.

Proses Pembuatan Kain Sasirangan

Pertama menyirang kain, Kain dipotong secukupnya disesuaikan untuk keperluan pakaian wanita atau pria. Kemudian kain digambar dengan motif-motif kain adat, lantas disirang atau dijahit dengan tangan jarang-jarang/renggang mengikuti motif. Kain yang telah dijahit, ditarik benang jahitannya dengan tujuan untuk mengencangkan jahitannya, sehingga kain mengerut dengan rapat dan kain sudah siap untuk masuk proses selanjutnya.


Kedua penyiapan zat warna, Zat warna yang digunakan adalah zat warna untuk membatik. Semua zat warna yang untuk membatik dapat digunakan untuk pewarnaan kain sasirangan. Tapi zat warna yang sering digunakan saat ini adalah zat warna naphtol dengan garamnya. Bahan lainnya sebagai pembantu adalah soda api (NaOH), TRO/Sepritus, air panas yang mendidih. Mula-mula zat warna diambil secukupnya, kemudian diencerkan/ dibuat pasta dengan menambahkan TRO/Spirtus, lantas diaduk sampai semua larut/melarut. Setelah zat melarut semua, kemudian ditambahkan beberapa tetes soda api dan terakhir ditambahkan dengan air panas dan air dingin sesuai dengan keperluan. Larutan harus bening/jernih. Untuk melarutkan zat warna naphtol sudah dianggap selesai dan sudah dapat dipergunakan untuk mewarnai kain sasirangan.

Untuk membuat warna yang dikehendaki, maka zat warna naphtol harus ditimbulkan/ dipeksasi dengan garamnya. Untuk melarutkan garamnya, diambil sesuai dengan keperluan kemudian ditambahkan air panas sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk kuat-kuat sehingga zat melarut semua dan didapatkan larutan yang bening. Banyaknya larutan disesuaikan dengan keperluan. Kedua larutan yaitu naphtol dan garam sudah dapat dipergunakan untuk mewarnai kain sasirangan, yaitu dengan cara pertama-tama mengoleskan/menyapukan zat warna naphtol pada kain yang telah disirang yang kemudian disapukan lagi/dioleskan larutan garamnya sehingga akan timbul warna pada kain sasirangan yang sudah diolesi sesuai dengan warna yang diinginkan. Setelah seluruh kain diberi warna, kain dicuci bersih-bersih sampai air cucian tidak berwarna lagi.

Kain yang sudah bersih, kemudian dilepaskan jahitannya sehingga terlihat motif-motif bekas jahitan diantara warna-warna yang ada pada kain tersebut. Sampai disini proses pembuatan kain sasirangan telah selesai dan dijemur salanjutnya diseterika dan siap untuk dipasarkan.
Arti Warna Sasisangan :
1. Kain sasirangan warna kuning merupakan tanda simbolik bahwa pemakainya sedang dalam proses mengobati penyakit kuning (bahasa Banjar kana wisa)
2. Kain sasirangan warna merah merupakan tanda simbolik bahwa pemakainya sedang dalam proses mengobati penyakit sakit kepala, dan sulit tidur (imsonia)
3. Kain sasirangan warna hijau merupakan tanda simbolik bahwa pemakainya sedang dalam proses mengobati penyakit lumpuh (stroke)
4. Kain sasirangan warna hitam merupakan tanda simbolik bahwa pemakainya sedang dalam proses mengobati penyakit demam dan kulit gatal-gatal
5. Kain sasirangan warna ungu merupakan tanda simbolik bahwa pemakainya sedang dalam proses mengobati penyakit sakit perut (diare, disentri, dan kolera)
6. Kain sasirangan warna coklat merupakan tanda simbolik bahwa pemakainya sedang dalam proses mengobati penyakit tekanan jiwa (stress)
Sumber:
http://banualima.blogspot.com/2010/02/sejarah-sasirangan.html
http://ozomonpunya.blogspot.com/2010/05/kain-khas-banjarmasin-kalimantan.html
http://portalbanjarmasin.com/kain-sasirangan-kerajinan-khas-daerah-kalimantan-selatan/

Ini adalah contoh kain sasirangan yang aku miliki. Sekedar diketahui aku sangat menyukai kain sasirangan, aku memakainya tidak hanya pergi ke acara resmi namun saat santaipun aku biasa menggunakan baju atau rok dari kain sasirangan.





 Ini dompet HP terbuat dari perca Sasirangan

Hiasan dinding dari perca sasirangan
 Alas meja
Sedangkan yang ini tas, namun karena aku belum tahu cara membuat tas homemade jadi beginilah bentuknya (agak aneh y)


notebag sasirangan..

Kamis, 04 Oktober 2012

Tutorial Membuat Saku Bobok

Masih ingat kan orderan dari mba Irma yang untuk suaminya, disana aku membuat kemeja dengan saku bobok( saku bagian dalam). Untuk mengingatkan klik disini. Pada proses pembuatan saku bobok kali ini aku kesulitan karena aku lupa caranya (weleh,,weleh pusiing) pengen tanya sama ibu Desy tapi gak mungkin via telepon. Sebenarnya ini bukan kali pertama aku bikin saku seperti ini. Dan ternyata contoh kantong yang aku buat setelah kursus (maksudnya sih buat arsip) ternyata SALAh. Huahua.
 Jadi waktu membuat kantong ini aku sudah mencoba beberapa kali, akhirnya pada percobaan yang ketiga baru benar. Alhamdulillah. Dan waktu bertemu bu Desy beberapa waktu yang lalu kutanyakan lagi ternyata memang begitu caranya.
Akhirnya aku membuat lagi sendiri dirumah (maksudnya biar g lupa lagi) sekalian deh aku foto2 buat arsip dan berbagi.

DiSiapkan 3 lembar kain, yang pertama ( dari kanan kekiri) kain untuk kantong (biasanya kain vuring), kedua kain utama (kain baju atau celana) dan yang ketiga kain untuk lidah kantong. Aku sengaja menggunakan kain yang berbeda warnanya agar lebih mudah dipahami (heehe..semoga saja)
 Beri pisilin kain yang untuk lidah kantong (digambar, kain yang bermotif bunga). Setelah itu tumpuk ketiga kain dengan posisi kain utama ditengah atau seperti gambar dibawah.
 Kemudian beri garis sesuai lebar dan panjang kantong yang di inginkan, jahit.
 Tampak belakang
 Potong seperti gambar
 Balik kedalam
Tampak belakang setelah dibalik
 Secara perlahan tarik kain motif bunga untuk membuat lidah kantong, pentul.

 Bisa juga dibuat 2 bibir, jadi bagian atas kain diturunkan setengah mulut kantong kemudian bagian bawahnya juga demikian. Pentul.

 Jahit bagian dalam samping.
 Tampak belakang
 Ini dibagian atasnya
 Jahit

 Bagian dalam kantong, rapikan dengan dijahit lipat kedalam atau di obras kemudian jahit

 Tinggal dipasang penutup kantong, kemudian jahit sekeliling kantong.
Rapikan dan obras

 Taraaa..jadi deh. Agar lebih manis (seperti aku heheh) mestinya bagian vuring kantong dilapisi kain utama terlebih dahulu (jika menggunakan warna yang sama) tujuannya pada saat kantong dibuka kain yang tampak terlihat adalah kain utama.

Terlihat  gak karuan y, tapi semoga bisa dipahami.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...